Sejarah

Sebelum Indonesia merdeka, wilayah Desa Oeba dipimpin oleh beberapa Temukung dan juga tokoh masyarakat yang berpengaruh. Beberapa orang di antaranya ditunjuk oleh Pemerintah Belanda yang sementara berkuasa di Kupang. Saat itu pusat pemerintahan wilayah Oeba berpindah-pindah mengikuti tempat tinggal kepala desa.

Pada masa itu wilayah Desa Oeba terbagi atas 4 Dusun yaitu Dusun I yaitu Oeba, Dusun II yaitu Boak Satu, Dusun III yaitu Batu Besi dan Dusun IV yaitu Tode Kisar. Masing-masing dusun ini dipimpin oleh seorang Kepala Dusun.

Pada tahun 1946, pimpinan Kantor Pemerintah Jepang yang berada di Airnona mengangkat Bapak Welem Ayub Taulo sebagai Kepala Desa Oeba dan dengan sendirinya menempatkan Kantor Kepala Desa Oeba di Boak Satu (sekarang menjadi wilayah Kelurahan Pasir Panjang). Enam bulan setelah menjalankan roda pemerintahan di Boak Satu, Kantor Kepala Desa Oeba dipindahkan ke Straat A, di Oeba.

Pada tahun 1962, Letkol Paikun yang saat itu menjabat sebagai Danrem di Kupang dalam suatu pertemuan bersama warga, menunjuk sebuah lokasi untuk pembangunan Balai Desa Oeba. Pada lokasi tersebut dibangun Balai Desa Oeba dan ditempati hingga sekarang ini (sekarang menjadi Kantor Kelurahan Oeba). Pada tahun 1966, beliau memerintahkan pembagian wilayah Desa Oeba agar lebih rapih dan efisien dalam menjalankan roda pemerintahan yakni wilayah Lapangan Merdeka (sekarang Stadion Merdeka) dan areal bahagian barat yang dulunya merupakan wilayah Desa Merdeka, menjadi wilayah Desa Oeba. Wilayah Tode Kisar dipisahkan dari Desa Oeba dan ditetapkan menjadi Desa Tode Kisar yang berdiri sendiri. Sementara itu wilayah Boak Satu (sekarang Markas Brimob Polda NTT dan sekitarnya) digabungkan ke Desa Pasir Panjang, sedangkan wilayah Batu Besi tetap dipertahankan menjadi wilayah Desa Oeba. Seiring dengan perkembangan zaman, tingkat kepadatan penduduk serta berkembangnya berbagai permasalahan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, maka Desa Oeba kemudian menjadi Kelurahan Oeba, dan pada tahun 1989 Pemerintah Kota Kupang melakukan pemekaran terhadap wilayah Kelurahan Oeba. Wilayah Kelurahan Oeba yang terletak di bahagian selatan disebut Kelurahan Oeba, sementara wilayah Kelurahan Oeba yang berada di bahagian utara ditetapkan menjadi Kelurahan Fatubesi. Kedua wilayah ini dipisahkan oleh Jalan A. Yani. Untuk memudahkan jalannya roda pemerintahan maka wilayah Kelurahan Oeba dibagi atas 4 RW yang membawahi 14 RT.

 

5 Responses to Sejarah

  1. jejakembara says:

    selamat atas diterbitkannya blog kelurahan Oeba. Semoga menjadi sarana komunikasi yang bermanfaat bagi siapapun di era digital ini.
    Salam dari sesama orang Kupang.

    Like

  2. jejakembara says:

    Terimakasih atas postingannya. Bolehkah beta menjadikannya sebagai bahan referensi?

    Like

  3. Pingback: KELURAHAN OEBA | baomong Kupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s